MODUL 7
CARA MEMBUAT API
Dalam situasi survival, kemampuan untuk menyalakan api dapat membuat
perbedaan antara hidup dan sekarat. Api dapat memenuhi banyak banyak kebutuhan.
Dapat menyediakan kehangatan dan kenyamananr.Juga untuk memasak dan
menghangatkan makanan,serta juga dengan makanan yang hangat dapat membuat kita
bisa menghemat kalori dalam tubuh kita yang biasanya diproduksi sewaktu tubuh
memproduksi panas tubuh. Anda dapat menggunakan api untuk memurnikan air,
mensterilkan perban, isyarat untuk penolong, dan memberikan perlindungan dari
binatang. Dan secara pisikologi memberikan kedamaian pikiran dari ketegangan
serta persahabatan. anda dapat juga menggunakan api untuk menghasilkan perkakas
dan senjata.
Api dapat menyebabkan permasalahan, juga yaitu dapat menyebabkan kebakaran
hutan. Api dapat juga menyebabkan membakar peracunan karbon monoksida ketika
dinyalakan dalam shelter perlindungan.
PRINSIP DASAR API
Untuk membuat api, perlu dipahami prinsip dasar api, yaitu: Bahan bakar
tidak membakar secara langsung. Saat anda memberikan panas pada bahan bakar
akan menghasilkan suatu gas. Gas ini,berkombinasi dengan oksigen di udara,dan
terbakar.
Pemahaman konsep segi tiga api adalah sangat penting yang akan dengan tepat
membangun dan memelihara suatu api. Ke tiga sisi segi tiga ini diwakili oleh
udara, panas, dan bahan bakar. Jika anda memindahkan manapun dari ketiga ini,
api akan mati. Perbandingan yang benar dari komponen ini adalah sangat penting
untuk api agar bisa membakar pada kemampuan terbesar nya. Satu-Satunya cara
untuk belajar perbandingan ini adalah mempraktekannya
PEMILIHAN TEMPAT DAN PERSIAPAN
Anda perlu untuk memutuskan lokasi dan mengatur apa yang akan dipakai.
Sebelum mebuat api perhatikan hal-hal berikut:
- Areal (medan dan cuaca) di tempat anda beraktifitas
- Bahan dan alat yang tersedia
- Waktu - berapa lama anda punya waktu
- Kebutuhan - kenapa anda butuh api
- Keamanan - perhatikan arah angin dan sekeliling anda jangan sampai mengakibatkan kebakaran hutan.
Carilah tempat yang kering yang:
- Terlindung dari angin
- Tempatnya layak dan cocok dengan shelter anda (jika punya)
- Bisa menkonsentrasikan panas pada arah yang anda inginkan
- Ada persediaan kayu atau bahan bakar lain yang tersedia
PEMILIHAN MATERIAL UNTUK API
Anda akan membutuhkan tiga tipe material untuk membuat api yaitu: Tinder
(penyala), kindling (pemancing), dan Fuel (bahan bakar)
Tinder adalah material kering yang akan menyala dengan panas
atau suatu percikan api. Kita harus benar menyediakan bahan yang benar-benar
kering agar hanya dengan percikan api bisa menyala.
Jika anda mempunyai alat yang bisa menghasilkan bunga api, charred cloth
akan benar-benar dibutuhkan, karena bisa menahan nyala kecil dalam waktu lama,
dan memungkinkan anda untuk menaruh tinder (pemancing) pada bagian yang panas
untuk memancing nyala api sedikir besar. Anda bisa membuat charred cloth dengan
mempergunakan kapas dan dipanaskan hingga berubah menjadi hitam, tapi tidak
membakarnya. Setelah menghitam, harus disimpan dalam wadah kedap udara agar
tetap kering, Persiapkan kain ini di awal perjalanan anda sebelum anda berada
dalam situasi survival. Tambahkan item ini dalam survival kit pribadi anda.
Kindling, adalah material yang sudah disiapkan dan gampang
menyala yang akan ditambahkan setelah bahan tinder menyala. Material ini juga
harus yang sudah kering dan mudah terbakar dengan cepat. Kindling akan
meningkatkan temperatur api dan akan membuat menyala lebih besar.
Fuel, material ini diperlukan saat api sudah menyala besar
dan baru dibutuhkan bahan pembakar yang agak besar dan terbakar secara
pelahan-lahan.
Berikut adalah jenis-jenis serta golongan dari material atau bahan yang
bisa dipakai untuk membuat api
|
TINDER / PENYALA
|
KINDLING / PEMANCING
|
FUEL / BAHAN BAKAR
|
|
·
Kayu kering yang
diserut
·
Rumput kering, Pakis
mati, Lumut kering, Jamur kering
·
Jerami
·
Serbuk gergaji
·
Dedaunan kering
·
Bagian yang mati
atau membusuk dari batang pohon
·
Serabut tumbuhan
yang mengering
·
Daun palm atau
kelapa yang mati
·
Mensiu
·
Kapas
·
Kain kasa
·
Bagian luar bambu
yang di serut
|
·
Ranting kecil
·
Potongan kayu kecil
·
Kayu yang
dipisah-pisahkan
·
Karton tebal
·
Potongan kayu yang
diambil dari bagian dalam potongan kayu besar
·
Kayu yang tersiram
dengan cairan yang mudah terbakar, seperti besin, minyak atau lilin
|
·
Kayu kering yang
masih berdiri dan cabang yang sudah mati dan kering
·
Bagian dalam yang
kering dari batang pohon tumbang, dahan atau cabangnya
·
Rumput kering yang
dibelitkan jadi satu
·
Kotoran hewan yang
sudah mengering
·
Gemuk hewan
·
Batubara, serpih
mengandung minyak.
|
![]() |
TEMPAT PENGAPIAN
Pilihlah tempat yang terlindung. Kecuali untuk
keperluan signal atau tanda, jangan menyalakan api dibawah pohon. Bersihkan
dedaunan, ranting-ranting, jamur dan rumput kering dalam radius 2m melingkar
sampai mendapatkan permukaan tanah kosong. Jika tanah lembab atau basah,
buatlah alas dari batang kayu dan lapisi dengan tanah, atau alasi dengan batu
|
![]() |
PENGAPIAN BERBENTUK PANGGUNG
Buatlah empat tiang dati batang kayu dan letakan
alas pengapian dari batang kayu dan beri lapisan dengan tanah diatasnya.
Buatlah dua dari keempat tiang agak tinggi dan buatlah sebatang kayu
melintang. Kayu yang melintang ini bisa dijadikan tempat untuk menggantungkan
tempat memasak makan. Pengapian seperti ini bisa dipakai pada daerah yang
berrawa-rawa atau tanah yang becek berair.
|
|
BAGAIMANA MEMBUAT API
Ada beberapa metode untuk menyiapakan api, masing-masing mempunyai
kelebihan. Situasi yang anda hadapi akan membuat anda bisa memutuskan cara
apa yang akan dipakai.
|
|
![]() |
TEPEE
Untuk membuat jenis ini, aturlah tinder dan beberapa potong kindling
dalam bentuk teppe atau kerucut ini. Nyalakan tengahnya. Ketika teppe
terbakar, potongan kayu bagian luar akan jatuh ke bagian dalam, dan dimakan
api. Jenis api unggun seperti ini akan terbakar dengan baik sekali walaupun
memakai kayu basah.
|
![]() |
LEAN-TO
Untuk membuat jenis ini, tanjapkanlah potongan kayu muda (hijau) ditanah
dengan sudut 30 derajat. Arahkan bagian ujung dari potongan hijau tadi pada
arah angin. Tempatkan beberapa tinder jauh dipojoknya bentuk ini. sandarkan
potongan kindling pada potongan hijau tadi. Nyalakan tinder. Saat kindling
terbakar oleh api dari tinder tambahkan terus potongan kindlingnya.
|
![]() |
CROSS-DITCH
Untuk membuat jenis ini, galilah parit menyilang dengan ukuran 30cm ditanah
dengan kedalaman 7,5cm. Taruhlah gumpalan besar tinder dipertengahan dari
bentuk silang tersebut, bangunlah kindling berbentuk piramid tinder. Parit
tersebut memungkinkan udara untuk mengalir dibawah tinder dan membuat api
tetap menyala.
|
![]() |
PYRAMID
Mebuat api unggun jenis ini, tempatkan dua batang kecil atau dahan kecil secara paralel ditanah. Tempatkan lapisan yang solid dari potongan kecil diatas dua batang paralel tadi. Tambahkan tiga atau empat lapisan batang atau ranting. Masing-masing lapisan lebih kecil dari dan pada sudut yang tepat dengan lapisan yang dibawah. buatlah permulaan nyala api pada bagian atas dari piramid. Saat api mulai menyala, akan membakar potongan dibawahnya. ini akan memberikan anda api unggun yang arah bakarnya dari atas kebawah dan tidak membutuhkan perhatian khusus sepanjang malam. |
Ada beberapa cara-cara lain untuk membangun api unggun, situasi anda serta
jenis material yang tersedia diarea tersebut mungkin akan membuat anda
membangun api unggun dengan metode yang lebih cocok.
BAGAIMANA MENYALAKAN API
Selalu nyalakan api unggun anda dari arah melawan angin. Pastikan anda
menaruh tinder, kindling dan fuel sedemikiasn rupa sehingga api unggun anda
akan menyala sepanjang anda butuhkan. Pematik menyediakan panas awal yang
diperlukan untuk menyalakan tinder dan terbagi dalam dua jenis katagori yaitu
metode modern dan primitive.
METODE MODERN
Pematik moderen menggunakan alat moderen - yaitu item yang biasa kita pakai
dalam menyalakan api.
Korek Api : Pastikan korek
api ini waterproof. Juga simpan dalam wadah tahan air bersamaan dengan lapisan
goresnya.
Convex Lens : Metode ini
hanya bisa digunakan saat siang, dan marahari bersinar. Lensanya bisa dipakai
dari lensa teropong, camera, telescope, atau kaca pembesar. Sudut peletakan
lensa diatur agar sinar matahari bisa terkumpul diatas tinder. Peganglah lensa
pada sudut tersebut hingga tinder mulai membara. Tiuplah pelan-pelan tinder
agar kelihatan nyala apinya.

Metal Match : Tempatkan daun
kering dibawah tinder denga bagian yang mengarah. Tempatkan metal match diatas
daun kering, dan pegang metal match dengan satu tangan dan pisau ditangan
satunya lagi. Goreskan pisau dengan metal match untuk menghasilkan percikan
api. Percikan api akan mengenai tinder dan saat tinder mulai membara lakukan
juga cara diatas yaitu meniupnya pelan-pelan hingga menyala.
METODE PRIMITIF
Metode pematik primitif ini adalah metode yang dipakai oleh nenk moyang
kita
Flint and Stell: Metode percikan langsung ini merupakan metode yang
paling mudah dari metode primitif untuk digunakan. Metode batu api dan metode
steel ini yang paling dapat dipercaya untuk metode percikan langsung. Benturkan
batu api atau benda lain yang keras, tajam-batu karang dengan baja karbon
(stainless stell tidak menghasilakan percikan yang bagus). Metode ini
memerlukan kelenturan pergelangan tangan dan latihan. Saat percikan ditangkap
oleh tinder, tiuplah pelan-pelan, percikan akan menyebar dan terbakar.
Fire-Plow: merupakan metode friksi pengapian. Gosokan batang kayu
keras melawan kayu lembut sebagai alas. Untuk menggunakan metode ini, Potong
mendalam (lobangi) memanjang dasarnyadan gerakan seperti membajak naik turun batang
kayu yang keras tersebut. Gerakan membajak ini akan mendesak keluar partikel
atau butir serabut kayu. Gerakan friksi ini akan lambat laun menimbulkan bunga
api.

Busur dan Drill: Tehnik pengapian dengan memakai busur dan drill in
simple, anda harus terus berusaha dan gigih untuk menghasilkan suatu api. Anda
akan memerlukan beberapa materi dalam menggunakan metode ini, yaitu:
|
Socket :
|
Socket ini adalah suatu pegangan yang terbuat dari kayu atau tulang yang
diberikan lubang untuk menahan dan menekan drill.
|
|
Drill :
|
Drill haruslah lurus, dari kayu yang keras dengan diameter 2cm dan
panjang 25cm. Ujung atasnya bulat rata dan ujung bawahnya dibuat mengecil
pada ujungnya dan tumpul.
|
|
Fire Board :
|
Ukurannya terserah anda, merupakan kayu lunak dengan tebal kira-kira
2,5cm dan lebar 10cm lebih dianjurkan. Potonglah kedalam kira-kira 2cm dari
tepi suatu sisinya dan pada bagian bawahnya, buatlah potongan V yang dipotong
dari permukaan bawahnya untuk tekanan
|
|
Bow :
|
Bow atau busur adalah suatu tongkat yang terbuat dari kayu muda (hijau)
dengan diameter 2,5cm dan lengkap dengan benangnya. Tipe kayunya tidaklah
penting. Tali busurnya bisa memakai jenis pengikat apapun. Ikatlah ujung
busur yang satu dan lainnya dan jangan sampai kendur.
|
Untuk menggunakan busur dan drill ini, pertama siapkan
lapisan untuk api, kemudian tempatkan gumpalan tinder dibawah lubang potong bernebtuk
V. Tempatkan satu kaki diatas papan api (fire Board). Pegang socket dengan satu
tangan dan masukan pada bagian atas dari drill. Berikanlah tekanan pada drill
sembari menarik maju mundur busur yang talinya sudah terikat pada drill
sehingga dril akan berputar-putar bolak-balik. Tambahkan tekanan pada drill dan
percepat busur. Aksi ini akan membuat panas dan menghasilkan bunga api yang
akan ditangkap oleh tinder , kemudian tiuplah pelan-pelan sehingga menyala
apinya.

Catatan : cara primitif membuat api sedikit melelahkan
dan butuh kesabaran serta latihan.
BAHAYA...!!!!!
Hindari mendekatkan batu basah atau batu yang berlubang-lubang dekat api, terlebih lagi batu yang telah terrendam cukup lama dalam air - karena ada kemungkinan akan meledak jika dipanaskan, juga jika terlalu dekat dengan air ada kemungkinan mata akan kemasukan bara-bara kecil yang berterbangan sewaktu api berkobar. Jangan gunakan batu apung atau batu yang lunak. Lakukanlah tes terlebih dahulu dengan memukul-mukulkannya serta jangan gunakan batu yang retak atau yang mengeluarkan suara hampa.
Hindari mendekatkan batu basah atau batu yang berlubang-lubang dekat api, terlebih lagi batu yang telah terrendam cukup lama dalam air - karena ada kemungkinan akan meledak jika dipanaskan, juga jika terlalu dekat dengan air ada kemungkinan mata akan kemasukan bara-bara kecil yang berterbangan sewaktu api berkobar. Jangan gunakan batu apung atau batu yang lunak. Lakukanlah tes terlebih dahulu dengan memukul-mukulkannya serta jangan gunakan batu yang retak atau yang mengeluarkan suara hampa.







0 komentar:
Posting Komentar